jump to navigation

Memberi Barang Yang Dicintai October 24, 2007

Posted by kafepeduli in Peduli Zakat.
add a comment

Membaca tafsir Al-Azhar karangan Prof. Dr. Haji Abdul Malik Abdul Karim Amrullah (HAMKA) surat An Nisaa’ayat 92 hati ini tiba-tiba tersentak dengan uraian beliau. Beliau tidak banyak berkomentar tetapi langsung kepada contoh para sahabat dalam mengamalkannya.

Begini ceritanya. Di dalam ayat 92 dari surat An Nisaa’, Allah SWT berfirman: “Sekali-kali tidaklah kamu akan mencapai kebaikan, sebelum kamu mendermakan sebagian dari harta yang kamu sayangi. Dan apa juapun dari sesuatu yang kamu dermakan itu seseungguhnya Allah mengetahui”.(Tafsir Al Azhar Juz IV, hal 14).

Beliau (HAMKA) memulai dengan uraian: ”Bernilai maupun tidak derma dan pengurbanan yang kamu keluarkan, barang sangat engkau cintaikah atau barang yang telah bosan engkau memakainya, barang mahalkah atau murah, ikhlaskah atau ria, mungkin orang lain tidak tahu maksudmu, namun Allah tetap mengetahuinya”.

Kemudian beliau membuka tafsir ayat ini dengan keterangan tentang pengaruh ayat ini terhadap kehidupan para sahabat ridhwanullahu álaihim. “Setelah ayat ini turun bukan main besar pengaruhnya kepada sahabat-sahabat Nabi kita dan selanjutnya menjadi pendidikan batin yang mendalam sekali di hati muslim yang hendak mempertinggi mutu imannya”.

Selanjutnya beliau bertutur banyak tentang kisah para sahabat dalam berlomba-lomba mengamalkan ayat ini. Diawali dengan kisah Abu Tholhah yang menginfakkan kekayaan satu-satunya yang amat dibanggakannya yaitu sebuah kebun bernama Bairuhaa’ tidak jauh dari masjid Madinah.

Selanjutnya kisah tentang bekas anak angkat rasulullah SAW Zaid bin Haritsah yang membawa kuda tunggangan yang amat dikasihinya bernama “Subul”. Kesedihan membayang di mata Zaid saat berpisah dengan kuda kesayangannya, namun kebijaksanaan rasulullah sangat tepat, beliau memberikan kuda itu kepada Usamah bin Zaid anak Zaid bin Haritsah.

Masih ada beberapa kisah lagi yang menggambarkan orang-orang yang mau mengorbankan kesayangannya uintuk diinfakkan di jalan Allah swt.

Terakhir yang tidak kalah menarik dan inilah teladan yang paling tinggi dalam hal memberikan hadiah yang paling dicintai itu. Sepulang dari pasar membeli baju, di luar pasar ada seorang pemuda yang berteriak-teriak meminta baju kepada orang yang lewat. Setelah sampai di belakang pemuda tersebut rasulullah saw (tanpa pikir panjang) langsung memberikan baju yang baru dibelinya kepada pemuda itu.

Setelah mengetahui kebiasaan rasulullah yang demikian, maka para sahabat selalu berhati-hati dalam memandang apa saja yang ada pada diri rasulullah. Ada seorang pemuda yang selalu memandangi gamis beliau, kemudian beliau bertanya: ”Apakah kamu suka gamis ini?” Ketika pemuda itu mengiyakan beliau langsung memberikan gamisnya itu.

“Maka apabila cinta seseorang telah terpusat kepada Allah, tidaklah akan ada cintanya yang lain lagi, sehingga belumlah dia merasa puas berbuat baik kalau belum diberikannya barang yang paling dicintainya.”(Tafsir Al-Azhar Juz IV, hal 20).

Distribusi Zakatkah? October 24, 2007

Posted by kafepeduli in Peduli Zakat.
add a comment

Ramadhan lalu kita melihat ada orang kaya di Jakarta, Semarang, dan Surabaya yang membagikan zakat di depan rumahnya. Tak ayal ribuan orang miskin maupun yang mengaku  miskin berduyun-duyun antri.

Ternyata pembagian seperti itu menimbulkan kericuhan antar orang miskin.

Nah, bagaimana pendapat anda tentang distribusi zakat semacam itu?