jump to navigation

Qur’an dan Koran October 24, 2007

Posted by kafepeduli in Peduli Bekal.
trackback

Qur’an berasal dari kata qara’a yang artinya bacaan sedangkan koran adalah media cetak yang berisikan informasi dan berita, kita biasa menyebutnya surat kabar (suroh khobar). Qur’an berasal dari bahasa Arab sedangkan koran merupakan serapan bahasa Arab yang sudah di-Indonesia-kan. Tetapi saat ini kita tidak hendak membicarakan Qur’an dan koran secara bahasa maupun istilah, melainkan perbedaan penyikapan manusia terhadap keduanya.

Qur’an berasal dari Dzat Yang Maha Benar sedangkan koran diproduksi oleh sekelompok manusia yang senantiasa alpha. Jika Qur’an disampaikan oleh penyalur yang selalu berkata benar dan diterima oleh manusia benar lagi terpercaya maka koran disampaikan oleh manusia yang tidak dijamin kebenarannya. Koran diramu oleh sekumpulan ilmuwan, hartawan, dan wartawan yang mereka tidak dapat membuat seekor nyamukpun. Tapi Qur’an diturunkan dari Zat yang bukan saja seekor nyamuk bahkan alam semestalah yang Dia ciptakan.

Qur’an menceritakan berita dan informasi pada masa dahulu, kini dan yang akan datang secara pasti sedangkan koran memuat informasi dan berita kekinian yang penuh dengan dugaan-dugaan. Jika koran setiap hari menyajikan berbagai permasalahan maka Qur’an setiap saat menghidangkan solusi atas berbagai permasalahan. Saat koran menjadikan pembacanya terhanyut dalam ketakutan, kegetiran, kesenangan atau penuh kekhawatiran maka Qur’an menyadarkan pembacanya akan berbagai kekhawatiran, ketakutan, kegembiraan, dan kesedihan untuk kemudian menjadikan mereka tenang, tenteram, dan mendapatkan jalan terang atas berbagai hal tersebut. Berita Qur’an tetap relevan sepanjang zaman sementara berita koran segera usang walau baru sepekan.

Qur’an diturunkan menjadi penggugah akal sedangkan terbitnya koran tidak jarang menjadi pengeruh akal. Jika kisah-kisah dalam Qur’an membangunkan orang dari kelalaian maka kisah-kisah koran sering membuat orang justru menjadi lalai. Tahukah anda bahwa sebaik-baik kisah adalah kisah yang terdapat dalam Qur’an? Qur’an menjadi penerang menuju jalan yang terang mengeluarkan manusia dari kegelapan tapi koran sering menjadi peredup jalan mengaburkan pandangan dari cahaya kebenaran.

Tiada kebengkokan berita dalam Qur’an, semakin dibaca semakin hilang dugaan kebengkokan itu. Namun dalam koran begitu banyak kebingungan ditemukan, semakin dibaca semakin nyata kebingungannya. Begitulah, keberadaan Qur’an tidaklah menyusahkan namun kehadiran koran belum tentu menyenangkan.

Jika dahulu (zaman sahabat) Qur’an menjadi bacaan sehari-hari, maka kini koranlah yang menggantikan. Padahal koran tidaklah sepadan dengan Qur’an bahkan tidak layak untuk dipadankan, tetapi banyak manusia menjadikan koran sebagai pedoman sedangkan Qur’an hanya pajangan. Lihatlah! Berapa banyak orang stress sesaat setelah membaca koran, namun tengoklah kesejukan jiwa orang yang melafalkan Qur’an.

Satu hal yang mengherankan, seakan Qur’an hanya layak konsumsi bagi nak-kanak (begitu kata kawan saya dari Madura) atau orang tua saja sementara koran menjadi kebutuhan segala usia. Barangkali dikarenakan hanya koran saja yang dijadikan pedoman sementara Qur’an menjadi hiasan, negeri ini banyak dihuni para pencuri (yang terang-terangan maupun tersembunyi). Atau betul juga apa yang dikatakan Dr. Roem Rowi beberapa saat yang lalu bahwa umat ini masih banyak yang hanya bisa ‘membunyikan’ Qur’an tapi belum membacanya, sehingga lebih banyak orang yang paham koran daripada paham Qur’an. Betul?!

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: