jump to navigation

Miskin Struktural October 24, 2007

Posted by kafepeduli in Peduli Sosial.
trackback

“Poverty is not created by poor people. It is produced by our failure to create institutions to support human capabilities”

Prof.Yunos, Founder Grameen Bank, Bangladesh.

Dari pernyataan itu tersirat bahwa kemiskinan itu akibat kesalahan pembuat kebijakan dan keputusan dalam pembangunan negara yang tidak menyentuh kegiatan-kegiatan yang dapat meningkatkan kemampuan manusia. Kemiskinan merupakan buah dari salah urus dalam pengelolaan negara, dan tidak ada persoalan yang lebih besar selain kemiskinan.

Kebijakan pemerintah yang terlalu fokus pada pertumbuhan ekonomi saja dan tidak memberi peluang pada peningkatan kemampuan sosial ekonomi rakyat ditingkat masyarakat marginal menyebabkan jurang perbedaan yang kaya dan miskin bertambah mencolok. Penyebab kemiskinan ibarat sebuah lingkaran setan, sulit untuk diputusnya. Namun sebenarnya bisa diakhiri dengan waktu yang cukup panjang, sebagai sebuah proses tentunya diperlukan kesabaran dan konsistensi. Artinya selain yang sifatnya tanggap darurat harus ada program terpadu dan terstruktur dan komitmen pemerintah dalam menanggulangi kemiskinan.

Pemberantasan kemiskinan tidak semudah membalikkan telapak tangan, diperlukan keuletan dari mereka yang ingin mengubah nasib dan pemerintah sebagai fasilitator. Pemerintah Orde Baru yang sentralistik telah gagal memperkecil jumlah rakyat miskin, bahkan di akhir menjelang keruntuhannya rakyat miskin malah bertambah dua kali lipat.

Kemudian pemerintahan era reformasi mengeluarkan serangkaian kebijakan penanggulangan kemiskinan, dengan berbagai program dan pendekatan di antaranya kredit usaha tani (KUT) tahun 1998 yang nilainya mencapai Rp 8.4 triliun, kemudian kredit ketahanan pangan (KKP) tahun 2000, senilai Rp 2,3 triliun, program pengembangan kecamatan (PPK), program penanggulangan kemiskinan di perkotaan (P2KP), jaringan pengaman sosial (JPS) tahun 1999 dan projek padat karya (PPK). Program tersebut tidak memberikan dampak positif secara maksimal, tidak sesuai target yang diharapkan, yaitu dapat menggerakkan perekonomian masyarakat dan mengurangi rakyat miskin.

Bagaimana mewujudkannya?

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: